Selasa, 08 Agustus 2017

Kiat Sehat Bekerja Bagi Ibu Hamil







Kiat Sehat Bekerja Bagi Ibu Hamil



Ada beberapa kondisi kesehatan yang menyertai sehingga dapat mengganggu aktivitas di tempat kerja supaya tetap sehat dan produktif.




Kebanyakan perempuan karir yang sedang hamil masih dapat bekerja dengan baik. Tapi, memang ada beberapa kondisi kesehatan yang menyertai sehingga dapat mengganggu aktivitas di tempat kerja supaya tetap sehat dan produktif, simak kiat-kiat berikut ini


Menghadapi Morning Sickness


Walau disebut morning sickness, mual selama kehamilan bisa terjadi kapan saja sepanjang hari, terutama saat trimester pertama. Anda dapat mencoba tips-tips yang diberikan para ahli di Mayo Clinic Organization. Tips tersebut seperti menghindari bau-bau yang dapat memicu mual dan menyediakan kudapan ringan rendah lemak. Bisa juga dengan makan 5-6 porsi kecil sepanjang hari, minum banyak cairan, dan banyak beristirahat. Konsumsi jahe atau teh jahe juga dipercaya dapat meringankan gejala mual menurut para ahli dari organisasi kesehatan terpercaya Amerika tersebut.


Kelelahan



Ibu hamil mungkin merasa lebih lelah dari biasanya, terutama pada awal dan akhir kehamilan. Untuk melawan kelelahan dan membantu menjalani aktivitas sepanjang hari, March Of Dimes Foundation, punya beberapa cara seperti pergi tidur lebih awal agar mendapat lebih banyak waktu istirahat. Olahraga ringan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan minum banyak cairan sepanjang hari juga baik untuk melawan kelelahan yang berlebihan saat beraktivitas. Selain itu, konsumsi makanan yang kaya akan zat besi dan protein dan sebisa mungkin menghindari situasi kerja yang memicu stres, menjadi cara lain yang disampaikan oleh organisasi dari AS yang bekerja meningkatkan kesehatan ibu dan bayi tersebut.


Bekerja di Lingkungan yang Beresiko


Ada beberapa lingkungan kerja yang berisiko membahayakan tumbuh kembang bayi yang sedang dikandung, misalnya berhadapan dengan bahan kimia berbahaya, seperti merkuri, larutan pembersih tertentu, pestisida, maupun radiasi. Melakukan kontak dengan hal-hal tersebut, tanpa adanya perlengkapan keselamatan yang memadai dapat menyebabkan cacat lahir atau keguguran. March Of Dimes Foundation, kembali menjelaskan bila mendorong untuk berbicara pada perusahaan untuk menjelaskan kondisi kesehatan yang sedang dialami dan meminta peralatan yang digunakan atau memindahkan ke area yang lebih aman. Ambil langkah-langkah ekstra untuk keamanan diri sendiri seperti rutin mencuci tangan, tidak memaksakan bekerja di lingkungan yang panas, atau membatasi melakukan aktivitas fisik berat.


Mengatasi Stres



Stres yang dialami di tempat kerja dapat menguras energi yang dibutuhkan untuk merawat diri sendiri dan bayi yang sedang dikandung. Untuk meminimalkan stres, Sandhya Pruthi, MD, Medical Director Mayo Clinic Organization, menyarankan untuk lebih selektif dalam melakukan pekerjaan misalnya dengan membuat jadwal kerja yang harus diselesaikan atau mendelegasikan beberapa pekerjaan pada orang lain. Bercerita pada rekan kerja, teman, dan keluarga, atau melakukan teknik pernafasan maupun yoga juga dapat membantu meringankan stres.


Walau sedang bekerja, Ibu yang sedang hamil juga harus memperhatikan kesehatan. Semoga tips-tips di atas dapat membantu meringankan aktivitas anda.

Label:

Kamis, 21 April 2016

Memakai High Heels Bagi Ibu Hamil

©shutterstock

Bolehkah Hamil Memakai High Heels..?

Beberapa orang memuji karena ibu hamil pun berhak merasa dan tampil cantik, sementara yang lain mengkritik karena risiko jatuh lebih besar, sehingga dapat membahayakan ibu dan bayi.
Sepatu bertumit tinggi membuat banyak perempuan merasa kuat, cantik, dan meningkatkan percaya diri. Banyak selebritis Hollywood yang masih setia menggunakan high heels saat hamil besar, seperti Kim Kardashian dan Jessica Simpson. Beberapa orang memuji karena ibu hamil pun berhak merasa dan tampil cantik, sementara yang lain mengkritik karena risiko jatuh lebih besar, sehingga dapat membahayakan ibu dan bayi.
Kira-kira boleh tidak ya memakai high heels selama hamil? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.
Aman Selama Trimester Pertama
Pemakaian high heels masih diperbolehkan untuk ibu hamil yang masih berada pada trimester pertama, seperti yang dikatakan Hilda Hutcherson, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Columbia University Medical Center dan penulis What Your Mother Never Told You About S-E-X. Kenaikan berat badan yang masih sedikit membuat pemakaian sepatu berhak tinggi masih bisa digunakan, tetapi wajib dibarengi dengan kewaspadaan, karena risiko jatuh bisa membahayakan keamanan ibu dan bayi.
Simpan dalam Rak Sepatu
Memasuki trimester kedua, dokter Jennifer Shu mengatakan pada situs kesehatan terkemuka di Amerika Serikat, WebMD, pemakaian high heels bukan ide yang baik. Walaupun memakai sepatu yang beralas lebih lebar atau wedge, kenaikan berat badan dan perubahan bentuk badan dapat menyebabkan pusat gravitasi tubuh berubah, membuat berjalan kurang seimbang. Selain itu, ligament cenderung longgar selama kehamilan, yang dapat menyebabkan ketidakstabilan sendi dan ketegangan otot. Pemakaian high heels juga memperbesar peluang untuk jatuh sehingga bisa menyakiti janin di dalam kandungan.
Gunakan Sepatu Bertumit Rendah
Dokter kandungan Catherine Lynch mengatakan pada situs WebMD, mengenakan high heelsselain berisiko pada kesehatan, juga dapat meningkatkan ketidaknyamanan selama berjalan. Pemakaian sepatu bertumit tinggi terlalu lama dapat menyebabkan kaki membengkak dan sakit pada punggung. Saat memasuki masa kehamilan 25 minggu, gunakan sepatu bertumit rendah atau flat shoes. Tidak perlu takut kelihatan tidak stylish Bunda, sekarang ini banyak kok pilihan sepatu datar yang tidak hanya nyaman tapi juga cute, seperti gladiator sandals dan T-straps.
Selama hamil, alangkah baiknya menyimpan high heels sementara waktu agar dapat menjalani kehamilan dengan nyaman.

Semoga bermanfaat..

Label:

Kamis, 31 Maret 2016

Seputar Mitos Makanan Buat Ibu Hamil





Saat hamil, Ibu menjadi lebih peduli akan nutrisi yang ia santap. Alasannya tentu saja karena ia juga harus memberikan asupan yang terbaik pada janin yang dikandungnya.


Tak bisa dipungkiri, banyak mitos-mitos soal makanan Ibu hamil yang beredar. Tugas Ibu adalah memilahnya agar informasi yang diterima adalah yang benar. Yuk bu kita cek kebenaran mitosnya.


Mitos atau Fakta, Porsi makan ibu hamil dua kali lebih banyak.


Mitos. Faktanya, menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) wanita hamil dengan berat badan ideal hanya membutuhkan 300 kalori tambahan setiap harinya. Itu setara dengan segelas susu (250 ml) serta setengah porsi sandwhich.


Jangan jadikan hamil sebagai alasan untuk menambah porsi makan Ibu. Profesor ahli kebidanan dari Universitas North Carolina, Nancy Chescheir menyebutkan bahwa, wanita yang berat badannya naik drastis saat hamil memiliki kemungkinan melahirkan secara caesar lebih besar karena gangguan kesulitan saat proses melahirkan. Selain itu masih menurut Chescheir, bayi yang memiliki berat badan berlebih saat melahirkan lebih berisiko mengalami obesitas saat dewasa.


Mitos atau Fakta, Kopi menyebabkan keguguran



Fakta. Tapi dengan catatan, jika Ibu mengonsumsi kopi terlalu banyak. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Kaiser Permanente Division of Research di tahun 2008 menujukkan bahwa, Ibu hamil yang mengonsumsi 200mg kopi perhari memiliki risiko keguguran dua kali lebih besar dibandingkan yang tidak minum kopi.


200 mg kopi itu setara dengan segelas kopi terkecil di kedai kopi kesayangan Ibu. Tapi bukan berarti Ibu harus menghindari kopi selama hamil. Yang penting adalah mengurangi kebiasaan minum kopi. Pastikan Ibu juga mengonsultasikan hal ini terlebih dahulu ke dokter kandungan.


Mitos atau Fakta, Ibu hamil dilarang makan ikan


Mitos. The Food and Drug Administration (FDA) and the Environmental Protection Agency (EPA) menyarankan para Ibu hamil untuk menghindari ikan yang mengandung mercury, tapi bukan berarti tidak makan ikan sama sekali.


Ikan mengandung DHA dan Omega-3 yang sangat diperlukan untuk perkembangan otak bayi sejak dalam kandungan. Pastikan Ibu memilih jenis ikan yang benar. Salmon dan tuna adalah ikan yang disarankan.


Kini sudah tahu mana yang mitos dan mana yang fakta? Semoga bermanfaat.

Label:

Rabu, 30 Maret 2016

Alasan Bahwa Kelahiran Normal Lebih Diutamakan




Sebenarnya kelahiran Normal justru lebih bagus daripada lahir sesar. Berikut manfaatnya!




Teknologi yang semakin berkembang memberikan banyak kontribusi dalam dunia kesehatan. Sekarang, untuk mengetahui si calon bayi, Anda tidak perlu menunggu hingga kelahiran karena sudah ada mesin USG, 4 dimensi pula. Keluarnya si Kecil pun juga bisa direncanakan lewat proses operasi sesar. Namun ada lho yang masih takut dengan metode lahir sesar dan lebih memilih untuk melahirkan normal.


Sebenarnya kelahiran normal justru lebih bagus daripada lahir sesar. Beberapa manfaat dan alasan kenapa harus mempertimbangkan si Kecil lahir normal akan dibahas dalam ulasan berikut ini.

Bagus untuk si Kecil


Ketika melakukan operasi sesar, dokter akan menyuntikkan berbagai macam obat berbahan kimia untuk mencegah Anda merasa sakit. Namun ketika melakukannya secara normal, bayi akan terhindar dari segala macam bahan kimia tadi sehingga bisa lahir dalam kondisi sehat.


Risikonya Lebih Sedikit



Melahirkan secara normal berarti meminimalisir segala macam bahan kimia asing yang masuk ke dalam tubuh. Nah, hal tersebut juga bisa memberikan efek samping yang cukup buruk, seperti mual dan pusing pasca melahirkan. Ketika Anda melakukan kelahiran secara normal, maka bidan sama sekali tidak akan memberikan bahan kimia sehingga risikonya lebih sedikit. Bayi yang lahir juga sehat dan segar.


Lebih Bebas


Nyeri pasca melahirkan secara operasi bisa bertahan selama beberapa hari ke depan. Tapi saat melahirkan normal, dalam dua hari saja Anda sudah bisa menimang buah hati, bahkan membawanya pulang ke rumah. Badan juga pulih dengan cepat sehingga bisa langsung merawat si bayi kecil.


Melahirkan adalah momen yang paling ditunggu oleh banyak ibu hamil. Butuh perjuangan besar untuk bisa mengeluarkan si Kecil dari dalam perut. Diperlukan semangat juang yang tinggi agar si Kecil bisa lahir sehat tanpa kekurangan satu apapun. Meskipun, semua rasa khawatir dan usaha yang telah dilakukan tadi akan terbayar lunas ketikan mendengar tangisan pertama dari mulut mungilnya. Tidak ada salahnya melahirkan secara normal, karena akan ada banyak pengalaman hidup yang bisa Anda pelajari. Semoga informasinya bisa membantu.


Label:

Senin, 28 Maret 2016

Melakukan USG Yang Aman






Ultrasonography (USG), yaitu tes yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran tentang bagaimana bayi berkembang di dalam rahim.


Untuk ibu hamil, pemeriksaan yang dilakukan setiap bulan biasanya dibarengi dengan USG atauUltrasonography, yaitu tes yang menggunakan gelombang suara untuk menciptakan gambaran tentang bagaimana bayi berkembang di dalam rahim. MedlinePlus, situs milik National Institutes of Health yang membawa informasi tentang penyakit dan isu-isu kesehatan, juga menekankan pentingnya USG untuk memeriksa organ panggul perempuan selama hamil.


Nah, agar pemeriksaan berjalan dengan lancar, perhatikan tips-tips berikut ini :


Persiapan Menjelang USG


USG harus dilakukan di rumah sakit atau pusat kesehatan oleh dokter atau teknisi terlatih. SitusFamilyDoctor, yang dioperasikan oleh American Academy of Family Physicians, ini menyarankan untuk menjaga kandung kemih penuh sebelum dan selama USG, dengan meminum 2-3 gelas cairan sejam sebelum pemeriksaan, agar mendapatkan gambar USG terbaik. Dokter akan meminta untuk berbaring telentang di tempat pemeriksaan, dan akan menyebarkan gel bening berbasis air ke perut dan panggul, untuk memudahkan pengiriman gelombang suara. Gelombang inilah yang memantul dari struktur tubuh bayi yang sedang berkembang, menciptakan gambar pada mesin USG.


Waktu Tepat Melakukan USG


USG dapat dilakukan untuk menentukan apakah ada masalah dengan kehamilan dan mengukur umur kehamilan. Situs MedlinePlus menyarankan untuk membicarakannya dengan dokter untuk menentukan jadwal pemeriksaan yang paling tepat. Biasanya USG yang dilakukan selama 12 minggu pertama kehamilan ditujukan untuk mengetahui kehamilan yang normal, mengetahui adanya janin kembar, menentukan usia janin, menemukan potensi adanya gangguan kehamilan pada plasenta, cairan ketuban, dan panggul, serta menentukan tingkat denyut jantung bayi. Pada trimester kedua dan ketiga, digunakan untuk menentukan tumbuh kembang, posisi bayi, dan jenis kelamin bayi, serta mengidentifikasi adanya masalah selama proses perkembangannya.


Risiko Melakukan USG


Banyak ibu hamil yang melewatkan pemeriksaan USG karena menganggapnya berbahaya bagi janin dan menyebabkan cacat saat lahir. Situs FamilyDoctor menekankan pengujian USG yang telah dilakukan selama bertahun-tahun dan tidak menemukan adanya risiko pada bayi. Yang perlu diingat adalah mendapatkan USG di tempat dan tangan yang tepat, agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan bisnis.


Semoga hal-hal diatas bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya manfaat USG dalam pemeriksaan kehamilan.

Label:

Minggu, 27 Maret 2016

Cara dan Mengatasi Gejala Morning Sickness Saat Hamil







Kenali Gejala Morning Sickness Saat Hamil


Bagi Anda yang mengalami kehamilan pertama, mungkin masih belum paham tentang gejala-gejala morning sickness. Simak penjelasannya berikut ini



Sekitar 70-85% perempuan mengalami morning sickness pada awal kehamilannya, menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, asosiasi professional dokter yang mengkhususkan diri dalam kebidanan dan ginekologi di Amerika Serikat. Walau menggunakan istilah tersebut, kenyataannya gejala-gejala yang menyertainya bisa terjadi setiap saat sepanjang hari.



Mual dan Muntah


Mual merupakan gejala ketidaknyamanan perut yang sering datang sebelum muntah. Muntah sendiri merupakan tindakan pengosongan isi lambung melalui mulut. Gejala morning sicknessberkisar dari mual ringan, mual sesekali, sampai yang parah, dan biasanya berkembang seiring dengan meningkatnya kadar hormon kehamilan. Hasil penelitian dari University of Maryland Medical Center, melaporkan hormon yang mengalami kenaikan adalah Human Chorionic Gonadotropin (HCG), estrogen, dan progesterone. Ibu hamil yang diprediksi dengan bayi kembar memiliki peningkatan hormon yang lebih besar, sehingga cenderung mengalami mual dan muntah yang lebih parah. Mual dan muntah biasanya hilang setelah mencapai 12-14 minggu kehamilan. Jika mengalami mual dan muntah berat, yang berakibat tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh, segera hubungi dokter karena dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi dan kekurangan nutrisi. Untuk mengatasinya, diperlukan infus cairan atau obat yang diresepkan. Dalam beberapa kasus, ibu hamil akan diminta tinggal di rumah sakit sampai kondisinya pulih.


Sensitif Terhadap Bau


Kepekaan yang tiba-tiba terhadap bau tertentu adalah gejala awal morning sickness. Gejala ini diyakini menunjukkan beberapa zat yang berpotensi menimbulkan ancaman bagi kehamilan. Hal ini tampaknya logis, mengingat beberapa zat yang dapat memicu gejala ini berasal dari asap rokok, daging hangus, atau daging mentah, demikian penjelasan Elizabeth Moore, MD, praktisi kesehatan yang memiliki sertifikasi perawat asal Amerika Serikat.


Keengganan Terhadap Makanan Tertentu


Banyak perempuan mengalami keengganan memakan makanan yang digoreng, berminyak, pedas, dan makanan olahan pada awal kehamilan, seperti yang ditulis Amber Canaan, MD, praktisi kesehatan sekaligus perawat berlisensi resmi dari Pediatric Oncology, Cabarrus College of Health Sciences di laman resmi Livestrong Foundation. Seperti kepekaan pada bau tertentu, keengganan perempuan terhadap suatu makanan datang tiba-tiba dan dikaitkan dengan tanda pertama dari morning sickness. Hal ini diduga merupakan respon insting untuk melindungi kehamilan, dengan memastikan Bunda menghindari makanan yang berpotensi bahaya bagi tumbuh kembang janin.


Sekian dan semoga bermanfaat.

Label:

Cegah Kondisi Fisik Yang Mengganggu Kala Kehamilan







Apakah Kondisi Fisik Anda Mengganggu Kala Kehamilan


Ada beberapa siasat agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga hingga proses lahiran

Setelah menikah, kehamilan adalah masa yang paling membahagiakan bagi seorang perempuan. Kehadiran buah hati yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba dengan tanda-tanda kehamilan yang muncul di diri seorang ibu.


Namun di tengah kebahagiaan mengandung selama 9 bulan ini, ada beberapa kondisi yang sering menyertai ibu hamil, seperti mual atau pusing. Kadangkala, kondisi ini sangat mengganggu.


Eits, tapi jangan keburu takut. Ada beberapa siasat agar kesehatan ibu hamil tetap terjaga hingga proses lahiran. Berikut info lengkapnya:


Mual


Adalah kondisi yang pasti dialami ibu hamil pada 16 minggu pertama kehamilan. Menurut Roger W. Harms, MD, ahli kesehatan yang juga kepala editor dari buku Mayo Clinic Guide to a Healthy Pregnancy, mual disebabkan oleh proses lanjutan dari menempelnya sel telur yang telah dibuahi pada lapisan rahim. Saat itu tubuh memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotropin (HCG), yang dapat menyebabkan mual. Guna mengurangi mual dan muntah saat awal kehamilan, tidak ada salahnya Anda coba mengkonsumsi jahe.


Sakit Punggung


Ketika memasuki trimester kedua kehamilan gangguan fisik yang sering mendera ibu hamil adalah sakit punggung. Traci C. Johnson, MD, kepala Kebidanan dan Ginekologi di Eastside Medical Center menjelaskan, nyeri punggung terjadi akibat panggul bertemu tulang belakang di sebuah tempat yang disebut sendi sacroiliac(letaknya dekat tulang duduk).


Sakit punggung pada ibu hamil juga dapat disebabkan oleh peningkatan berat badan, sehingga, tekanan pada saraf panggul dan punggung semakin besar. Sakit punggung juga bisa disebabkan oleh perubahan postur saat hamil, hormon relaksin yang menyebabkan ligamen tulang belakang melonggar, dan stres. Sakit punggung saat hamil dapat dikurangi dengan cara berolahraga, tidak menggunakan sepatu berhak tinggi, dan tidak terlalu sering membungkuk untuk mengambil barang.


Anemia

Selama kehamilan tubuh memproduksi lebih banyak darah untuk mendukung pertumbuhan bayi. Jika ibu tidak mendapat cukup asupan zat besi atau asam folat, tubuh tidak mampu menghasilkan jumlah sel darah merah yang dibutuhkan. Padahal sel darah merah diperlukan untuk membawa oksigen untuk tubuh sendiri dan bayi. Akibatnya ibu hamil cepat merasa lelah dan lemah. Bila kondisi ini dibiarkan, dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Anemia dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen atau makanan kaya zat besi serta asam folat.


Pusing


Pusing terjadi pada trimester pertama dan ketiga kehamilan. Menurut American Pregnancy Association, pusing disebabkan lonjakan hormon yang dibarengi dengan peningkatan volume darah ke seluruh tubuh. Pusing juga disebabkan oleh stres serta postur tubuh yang buruk. Olahraga dan menu makanan sehat yang seimbang dipercaya bisa mengatasi pusing


Otot kejang (Kram)

Kejang pada otot biasa terjadi pada ibu hamil, kram sering terjadi pad tubuh bagian bawah terutama betis. Gangguan ini sering muncul saat malam hari. Karena di malah hari, terutama ketika tidur, otot sering berkontraksi secara cepat dan tiba-tiba. Konsumsi banyak cairan, makanan sehat yang seimbang, dan suplemen kalsium dapat berguna untuk meringankan kram.

Nah... sekian infonya buat anda yang lagi merawat calon buah hatinya dan semoga ada manfaat untuk kesehatan anda.


Label:

Sabtu, 26 Maret 2016

Rahasia di Balik Nyeri pada Punggung saat Hamil





Rahasia di Balik Nyeri Punggung saat Hamil



Banyak ibu hamil yang sering mengeluh mengalami sakit punggung ketika berjalan atau pun beraktivitas.



Bagi banyak perempuan, kehamilan adalah suatu anugerah yang sangat menyenangkan. Namun di balik itu semua, ada beberapa masalah yang harus siap dihadapi, seperti nyeri punggung. Banyak ibu hamil yang sering mengeluh mengalami sakit punggung ketika berjalan atau pun beraktivitas. Kok bisa ya?


Ada beberapa alasan yang menyebabkan nyeri punggung terjadi saat sedang mengandung buah hati.


Berat Badan Meningkat



Selama hamil, biasanya berat badan mengalami peningkatan sebanyak 11 sampai 15 kg. Traci C. Johnson, MD, FACOG, dari WebMD Foundation, menjelaskan kalau hal ini menyebabkan tulang belakang harus bekerja ekstra untuk mendukung berat badan sehingga nyeri punggung tidak bisa dihindari lagi.


Perubahan Postur


Dari yang dulunya langsing dan tinggi semampai, saat hamil postur Anda bisa berubah. Kehamilan menyebabkan pusat gravitasi tubuh bergeser dan tanpa di sadari Anda mulai menyesuaikan diri dengan hal tersebut. Fenomena seperti ini juga bisa mengakibatkan nyeri punggung menyerang Anda.


Stress


Selain masalah otot dan tulang, stress juga bisa memicu nyeri punggung saat hamil. Biasanya, ibu hamil punya banyak pikiran sehingga rentan mengalami stress. Hal ini membuat otot di bagian belakang tubuh menegang dan kemudian Anda akan merasakan nyeri yang amat sangat di punggung.


Untuk mengatasi masalah nyeri punggung ini, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan, beberapa di antaranya ada di bawah ini.


Mengatur Postur



Buang jauh-jauh prinsip postur tubuh sempurna. Saat hamil, Anda harus menyesuaikan diri supaya tidak mengalami beraneka macam masalah, termasuk nyeri punggung. Ketika berdiri, carilah posisi nyaman dan sering-sering mengambil istirahat. Saat duduk, pastikan kursi Anda memiliki bantalan punggung yang nyaman.


Pakai Perlengkapan Yang Tepat


Pelengkapan ibu hamil tidak sama dengan yang lainnya. Hindari pakai sepatu hak tinggi, jangan pakai pakaian ketat, dan tinggalkan ikat pinggang Anda di rumah. Kenakan sepatu yang memiliki tumit rendah dan pakaian yang membuat Anda bisa bergerak bebas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah nyeri punggung dan menjaga si Kecil tetap aman selama di dalam perut.


Mungkin hanya itu saja yang bisa saya share, mudah-mudahan bermanfaat.




Label:

Jumat, 25 Maret 2016

Cari Beragam Informasi Kehamilan Lewat Buku




Ada banyak buku yang tersedia untuk memberitahu Ayah dan Bunda tentang bagaimana cara menjaga kehamilan.




Memulai sebuah keluarga dapat sedikit menakutkan, terutama ketika orangtua menyadari bahwa ada bayi yang sedang tumbuh dalam rahim. Hampir segala sesuatu yang Bunda lakukan atau konsumsi dapat mempengaruhi kesehatan janin. Keinginan melindungi kesehatan bayi, memunculkan banyak pertanyaan yang terkadang membingungkan.


Untungnya ada banyak buku yang tersedia untuk memberitahu Ayah dan Bunda tentang bagaimana cara menjaga kehamilan. Yuk ikuti tips-tips berikut ini untuk memilih buku kehamilan yang tepat.


Pilih Sesuai Kebutuhan


Saking banyaknya buku yang membahas tentang kehamilan, terkadang membuat Bunda merasa kewalahan. Daripada menghabiskan bujet untuk buku-buku kehamilan, pilih yang menyajikan informasi spesifik yang dibutuhkan, misalnya bagaimana memastikan si Kecil sehat sampai waktunya untuk dilahirkan maupun memuat topik tertentu yang ingin diketahui lebih dalam, seperti nutrisi dan masalah kehamilan. Ada juga buku yang menggabungkan semua informasi tentang kehamilan dalam satu buku yang dapat menghemat bujet dan memperluas pengetahuan, tapi biasanya kehilangan banyak detil.


Penulis Buku dan Penerbitnya


Setelah memutuskan apa yang ingin diketahui dan menyusun daftar buku yang terlihat menarik, kini saatnya mempertimbangkan penulisnya. Carilah informasi penting dari biografi penulisnya, misalnya pengalaman apa yang dimiliki dan berapa banyak buku yang sudah dihasilkan. Pilih yang profesional di bidangnya, misalnya membutuhkan informasi tentang kesehatan kehamilan atau opsi melahirkan, maka belilah buku yang ditulis oleh dokter, bidan, atau praktisi kesehatan. Periksa juga penerbit bukunya, tidak hanya memiliki reputasi yang baik tapi juga mencetak buku-buku kesehatan yang laris dan disukai banyak orang.


Tahun Penerbitan



Seperti halnya komputer dan teknologi ponsel, informasi tentang kehamilan dapat berubah dari waktu ke waktu, misalnya makanan apa saja yang aman dikonsumsi atau pemeriksaan kesehatan yang harus dilakukan selama hamil. Sebagai panduan, pilih buku yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, agar tidak terlalu ketinggalan jaman.


Membaca Ulasan



Melihat buku yang terlihat menarik tapi tidak terlalu yakin untuk membelinya? Carilah beberapa ulasan untuk mengetahui pendapat orang lain, misalnya dari koran, majalah, dan toko buku. Bunda juga dapat mencarinya melalui online dan pilihlah yang dipublikasikan situs-situs organisasi terkemuka, profesional kesehatan, atau orang-orang yang sudah berpengalaman di bidangnya. Tanyakan juga pada keluarga atau teman-teman yang sudah membaca buku tersebut, untuk mengetahui pendapat jujurnya.


Gunakan tips-tips di atas untuk memilih buku kehamilan yang tepat agar tidak mendapatkan informasi yang salah, untuk menjaga kesehatan kehamilan.

Label: